kaula muda dalam bisnis bagai mana memanagent keuangan yang baik?
Wednesday, July 04, 2007
Cara Pintar Mengelola Uang
Idealnya orang hidup itu tidak punya utang, tapi memiliki piutang. Tapi ada lacur, gaya hidup yang berpatok pada gengsi membuat banyak orang justru terjebak utang yang membelitnya bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Bahkan ada juga yang membuat orang jadi kurus, sakit dan akhirnya meninggal. Jadi hati-hati jika berkenalan dengan Bang Utang. Berkelit dari Hutang Cara terbaik dalam mengamankan keuangan Anda adalah menghindari hutang. Jika memungkinkan untuk tidak berhutang, maka jangan lakukan hal tersebut. Kadang orang berhutang tidak mengacu pada kebutuhan tapi lebih pada keinginan, seperti dua contoh di atas. Agar tak terjerat pada hutang, ada beberapa trik. Pertama, pilahlah antara kebutuhan dan keinginan sebelum membeli sesuatu. Contoh gampang adalah pakaian. Pakaian merupakan kebutuhan. Tapi, bersiskukuh membeli pakaian dengan merek ternama dan mahal harganya agar terlihat ‘wah’, adalah keinginan. Hal yang sama ketika Anda membeli ponsel, perabotan, hingga mobil. Sebagian orang enggan menggunakan ponsel, perabot, atau mobil model lama, yang dianggap ketinggalan zaman. Meskipun benda-benda yang lama masih bagus dan berfungsi dengan baik, Anda tetap memaksakan diri membeli yang baru. Gaya hidup seperti inilah yang banyak menjebak orang untuk berhutang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah iming-iming diskon –banyak kita temui di toserba, hypermarket, toko-toko diskon, juga produk kartu kredit. Rayuan diskon yang menggiurkan seringkali membuat orang ‘lapar mata’ dan segera membelinya, lupa bahwa barang-barang diskon itu sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Agar tidak mudah berhutang, kondisikan Anda seolah tidak memiliki banyak uang. Buatlah dua nomor rekening terpisah. Satu untuk pengeluaran bulanan dan satunya lagi untuk tabungan yang tidak boleh diutak-atik. Dengan jumlah uang yang tidak menumpuk di satu nomor rekening, maka Anda bisa lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran dan menjauhi hutang. Bila Terlanjur Basah Dalam hal berhutang, jangan sekali-kali mengikuti pepatah terlanjur basah, ya sudah mandi sekalian. Jika Anda mengikuti pepatah tersebut dan menerapkan ‘rumus’ gali lubang tutup lubang, maka kebangkrutan akan muncul di depan mata. Bila Anda terlanjur berhutang, solusi terbaik adalah mengatur ulang keuangan agar hutang tersebut bisa dilunasi. Pertama, pangkas dulu pengeluaran. Buat daftar belanja dengan cermat. Misalnya ada 20 item barang yang akan dibeli, periksa ulang apakah ada barang tertentu yang tidak diperlukan secara mendesak. Jika ada coretlah. Semakin banyak daftar belanjaan yang dihapus, imbasnya akan semakin baik terhadap keuangan Anda. Pastikan juga Anda belanja sesuai dengan daftar yang sudah ditulis. Meskipun Anda menemukan barang dengan diskon sampai 70%, jika barang tersebut tidak diperlukan secara mendesak jangan dibeli. Banyak orang berlaku impulsif jika sudah berada di hypermarket. Barang kecil-kecil seperti CD, kaset, peralatan dapur yang didiskon hingga 50% sering kali menjadi beban, karena kita biasanya membeli dalam jumlah banyak. Selain mengurangi belanja barang, mengerem kebiasaan jajan juga akan sangat membantu. Makan di luar rumah biasanya menghabiskan dana tidak sedikit. Apalagi jika ditambah dengan ‘lapar mata’ ketika melihat barang-barang bagus dan dinilai murah. Jika Anda berhutang di lembaga kredit, pastikan juga pembayarannya sebelum jatuh tempo. Misalnya Anda mengkredit mobil dan membayar setelah jatuh tempo, maka beban yang harus ditanggung lebih besar, karena Anda dikenai beban tambahan. Berarti ada bunga ganda atas cicilan yang Anda bayarkan. Rumus di atas akan efektif jika Anda benar-benar bisa menjalankannya secara disiplin. Pemangkasan dan pelunasan hutang pun dilakukan dengan tuntas. Jangan sampai karena beban hutang sudah menipis, Anda kembali ‘berboros ria’.